[FENG SHUI] DAPUR BAG 1: BENTUK DAN JENIS DAPUR

Sebelum masuk ke masalah Feng Shui dapur, sebaiknya kita prolog dulu tentang apa itu Feng Shui. Saya sendiri tertarik dengan Feng Shui, tapi bukan seorang ahli Feng Shui. Artikel yang saya tulis adalah rangkuman beberapa buku yang saya baca mengenai Feng Shui Dapur.

 pic credit: www.houzz.com

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape  

Apa itu Feng Shui?

Berdasarkan buku Feng Shui: Perfect placing for your happiness and prosperity by Derek Walters, intinya dikatakan bahwa menurut filosofi China kuno, ada konsep mengenai energi yang tidak terlihat, atau yang disebut dengan ch’i. Saat terjadi keselarasan, maka dikatakan memiliki Feng Shui yang baik, bisa mendatangkan kebahagiaan.

Menurut buku karya salah satu penulis buku Feng Shui, Mas Dian, MRE, adanya konsep makrokosmos alam, bangunan dan mikrokosmos tubuh manusia. Antara rumah dan penghuninya, terjadi suatu hubungan interaktif antara sifat magnetik yang saling mempengaruhi dan dipengaruhi. Dampak dari energy yang mempengaruhi perilaku penghuni. Kedua factor tersebut jika ada pada posisi yang benar, maka akan membawa keberuntungan, tapi jika menurut Feng Shui salah, maka akan menimbulkan dampak merugikan. Semuanya diukur berdasarkan posisi letak, ukuran, dan bentuk ruang, serta siapa penghuninya.

Satu buku lagi, karangan Liliana Too, Applied Pa-Kua and Lo Shu Feng Shui menyebutkan bahwa konsep mendasar dari Feng Shui adalah aliran-aliran dari energy yang tidak terlihat yang terus mengalir di bumi dan langit, ada di segala tempat, mengalir dengan tenang membawa kebahagiaan dan keberuntungan di mana dia bersirkulasi dan menetap. Energi ini disebut Chi.

Kesimpulannya, sebenarnya intinya sama, yaitu menurut filosofi China kuno, ada energy di sekitar kita yang terus mengalir yang disebut Chi. Saat sebuah hunian misalnya, terdapat Chi yang bagus, maka penghuninya akan mendapatkan keberuntungan. Cara mendapat Chi yang bagus inilah merupakan persoalan yang diselesaikan dengan Feng Shui.

Menurut saya pribadi, Feng Shui sendiri sebenarnya menyelesaikan masalah-masalah bangunan yang secara logika bisa dijelaskan. Maksudnya, Feng Shui bukanlah sebuah ilmu kepercayaan, tahayul dan semacamnya, karena ada penjelasan logis dari penyelesaian Feng Shui. Misalnya saja, di atas dapur tidak boleh ada WC/Kamar Mandi. Tentu saja jika ada WC, maka saluran pembuangan akan melewati dapur, padahal banyak kuman dari WC dan kotorannya. Dapur sendiri adalah tempat untuk membuat makanan, selayaknya tidak boleh terganggu oleh hal-hal yang kotor karena akan merusak kesehatan pengguna. Nah, jadi Feng Shui boleh dijadikan acuan dalam membuat sebuah hunian, kantor dsb, bahkan di banyak belahan dunia, Feng Shui digunakan untuk suatu kota besar, misalnya adanya Esplanade Theater yang berbentuk durian di Singapura, supaya tangan jahat yang akan mengambil rezeki akan terhalang oleh duri-duri tajam durian. Walaupun begitu, menurut saya, Feng Shui baiknya tetap tidak diutamakan, karena yang utama tetaplah berkat Tuhan (kalau sudah sesuai Feng Shui, tapi Tuhan tidak memberkati, jadi sama saja). Selanjutnya, kita lihat sedikit mengenai feng shui dapur.

Fengshui Dapur

Dalam feng shui dapur, tidak perlu ada penelitian mengenai tanggal lahir penghuni, karena yang bekerja di dapur bersifat tidak menetap, beda dengan rumah keseluruhan dan posisi tidur. Gaya magnetic serta pengaruh tata ruang dari dapur yang sesuai fengshui, atau dikatakan baik menurut fengshui, dipercaya akan membawa keberuntungan bagi penghuninya. Sebaliknya jika menurut fengshui tidak baik, maka akan menimbulkan dampak buruk bagi penghuni, seperti: sakit, tidak bisa mengontrol emosi, hubungan yang buruk, karir tidak baik.

Secara harafiah, Feng artinya Angin, dan Shui artinya Air. Maka, pengaturan kedua elemen ini sangat mutlak dalam penelitian Feng Shui. Masalah pintu, jendela, dan mengatur sinar matahari yang masuk ke dapur, serta sirkulasi udara dalam dapur. Ruang dapur yang terlalu terbuka akan memberi energy Yang/panas yang lebih dominan dari Yin/gelap, atau sebaliknya. Kondisi tersebut jika tidak diselaraskan, makan akan memberikan kualitas fengshui yang buruk bagi penghuni.

Dapur dalam fengshui adalah salah satu ruangan dalam rumah yang diutamakan, karena dianggap bahwa dapur tempat mengolah makanan, sumber energy yang baik. Menurut filosofinya, Dewa Dapur juga salah satu yang kedudukannya dianggap paling tingga. Kenapa? (baca filosofi tentang Dewa Dapur: Zao Jun Ye).

Dapur dalam Arsitektur

A kitchen is a room or part of a room used for cooking and food preparation (Wikipedia). Dapur dalam arsitektur lebih dikenal dengan 2 jenis, yaitu dapur bersih atau pantry dan dapur kotor. Perbedaannya, pada dapur kotor adalah tempat utama untuk mengolah makanan, meletakkan belanjaan untuk lalu diolah menjadi makanan, bisa dikatakan dapur yang aktif. Sedangkan dapur bersih atau dapur pasif ini hanya digunakan untuk memasak yang sifatnya ringan-ringan saja.

Dalam sebuah dapur, bisa dibagi menjadi 4 zona: Memasak (kompor), Menyimpan (kulkas), Air (keran air), dan Sampah (tempat sampah). Secara arsitektur, penataan keempat zona itu penting untuk kenyamanan pengguna serta keefektifan dapur itu sendiri.

Hati-hati meletakkan dapur dalam rumah
Perlu diingat. Dalam Feng Shui, ada 3 objek penting dalam fengshui tata ruang, yaitu Pintu, Kamar, dan Dapur.
  1. Pintu. Apabila letaknya benar, akan mendatangkan Qi atau hawa rezeki. Kalau salah, makan Qi akan sulit singgah.
  2. Kamar. Jika posisi dan tata letaknya benar, akan membawa kebahagiaan dan keharmonisan dalam keluarga.
  3. Dapur. Apabila letaknya benar, disimbolkan bisa membawa kemakmuran, kesejahteraan dan keharmonisan keluarga.
Dikatakan bahwa Pintu kamar dan dapur tidak boleh berhadapan. Akan membawa ketidakharmonisan dalam keluarga terutama suami-istri.

Pembuktiannya menurut logika. Asap masakan dari dapur adalah udara yang tidak sehat. Pintu kamar yang berhadapan dengan dapur otomatis akan menerima asap tersebut langsung. Ini akan merusak kesehatan dan mengganggu pikiran penghuni sehingga selalu berpikiran negative, akhirnya terbujuk juga untuk bertindak negative. Kalau zaman lampau, orang kaya biasanya punya banyak pembantu yang aktivitasnya tentu di dapur, nah kalau pintu-pintu ini terbuka, akan membuka peluang untuk penyelewengan.

Dapur Sebaiknya Berada dalam Satu Ruangan. Maksudnya dapur sebaiknya adalah sebuah ruangan dengan satu pintu. Secara logika, dapur yang juga untuk lalu lalang, pasti mengurangi efektivitas dapur. Kalau dilihat zaman dulu orang memasak dengan tungku api. Apinya harus dijaga, kalau banyak pintu, banyak angin masuk, maka nyala api jadi tidak terjaga, pemborosan karena waktu masak makin lama, yang bahaya adalah jika api tidak terarah, bisa-bisa menyulut kebakaran.

Bagaimana mengatasi adanya 2 jenis dapur dalam satu rumah?
Seperti telah dikatakan di atas, bahwa dapur modern dibagi menjadi 2, dapur kotor dan bersih. Nah, apakah menurut fengshui cara ini baik? Praktisi fengshui konservatif biasanya akan melarang adanya 2 dapur dalam satu rumah karena disinyalir bahwa jadi ada lebih dari satu istri/suami. Tapi, perkembangan zaman dan ilmu arsitektur tidak bisa dipungkiri bahwa ada dapur kotor dan pantry. Cara mengatasinya adalah dengan menentukan dulu di mana dapur aktif atau dapur kotor yang digunakan untuk memasak. Dapur kotor inilah yang dianggap sebagai dapur utama. Sedangkan dapur bersih atau pantry sebaiknya tidak usah ada kompor, digunakan untuk masak yang ringan-ringan seperti menghangatkan makanan saja, serta tentu untuk menambah keindahan interior.

Bagaimana bentuk dapur yang baik menurut Feng Shui?
Zaman sekarang, arsitek bebas berkreasi dengan berbagai bentuk karena mereka dimanjakan dengan berbagai teknologi maju yang memungkinkan pembuatan bentuk-bentuk yang tidak biasa. Maka umumnya seorang arsitek akan mencurahkan ide kreatifnya membuat sebuah desain yang out of box, lain dari yang lain, misalnya dengan membuat sebuah dapur dengan bentuk ruang segienam. Bagaimana menurut fengshui?

Jika dilihat dari ukuran, dapur ideal dalam fengshui tidak ada ketetapan yang baku, asal sesuai dengan rumah. Jika rumahnya kecil, dapurnya kecil. Jika rumahnya besar, dapurnya besar.

Dari bentuk ruangnya, biasanya yang baik adalah kotak atau persegi panjang. Tapi pakem ini tidak harus diikuti karena dapur bukan ruangan yang digunakan untuk aktivitas menetap. Bentuk yang tidak disarankan adalah segienam, segitiga, atau ruangan yang memiliki banyak sudut tajam dari cekungan dinding yang menusuk ke dalam ruang dapur.

 Page copy protected against web site content infringement by Copyscape 
-EXTALIA-

1 komentar:

Pages